Senin, 15 Oktober 2012

Contoh Etika di Masyarakat


Pelajar Palsu Diamankan, Diduga Kerap Picu Tawuran di Bogor
Rafik Maeilana - detikNews

Bogor Satgas Pelajar Kota Bogor mengamankan seorang remaja yang menyamar menjadi pelajar di salah satu sekolah swasta di Bogor. Diduga remaja tersebut kerap ikut dan memprovokasi tawuran.

Satgas mengamankan remaja tanggung tersebut di Halte BantarJati, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (15/10/2012). Saat itu, ia tengah bersama 7 pelajar dari SMK PGRI 2. "Dia sudah jadi incaran kita sejak satu bulan," kata Ketua Harian Satgas Pelajar Kota Bogor, TB Ruchjani kepada detikcom.

Dari hasil penelusuran, remaja tersebut bernama Hendra Dwi Permana alias Bongkeng (16). Ia berasal dari Kampung Serikat RT 1 RW 2, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Hendra sering kali terlihat bergabung dengan kelompok sekolah SMK PGRI 2 Kota Bogor. Ia mempunyai seragam yang didapatnya dari teman. "Ini sudah 3 kali dia tertangkap. Dia dapat seragam dari temannya," jelas Ruchjani.

Sebelum dibawa ke Polsek Bogor Utara, lanjut Ruchjani, Hendra sempat dicukur rambutnya sebagai hukuman. Hendra juga sempat diinterogasi untuk mengungkap remaja-remaja lain yang menyamar jadi pelajar sekolah.

"Kita akan terus cari lagi selain dia. Biasanya mereka suka jadi provokator," pungkas Ruchjani.

Tim Satgas Pelajar terdiri kepolisian, TNI, tokoh ulama, dan perwakilan sekolah. Tim ini dibentuk untuk menekan tawuran dan aksi brutal para pelajar.

(try/try) 

Menurut pendapat saya mengenai berita tersebut bahwa perilaku yang dilakukan oleh Hendra merupakan perilaku yang sangat tidak beretika, yang pertama yaitu karena Hendra telah berbohong untuk menyamar sebagai salah satu murid dari sebuah sekolah swasta, padahal iya bukanlah seorang pelajar di sekolah tersebut, berbohong saja sudah merupakan salah satu tindakan yang tidak beretika, apalagi ia berbohong hanya untuk memprovokasikan para pelajar disalah satu sekolah swasta tersebut untuk melakukan hal yang sangat tidak beretika dimana para pelajar yang seharus nya memiliki etika pendidikan untuk melakukan tugasnya sebagai pelajar tetapi malah di provokatori oleh seseorang dari pihak luar yang berpura-pura sebagai pelajar untuk melakukan hal yang sangat tidak beretika yaitu dengan melakukan tawuran antar pelajar.
Seharusnya bagi para pelajar yang berpendidikan mereka harus memiliki etika yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak berpendidikan, seharusnya para siswa harus mampu menahan emosi di dirinya dan tidak mudah terhasut untuk melakukan hal yang  sama sekali tidak beretika tersebut, harusnya para siswa sebagai  manusia yang terpelajar harus mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang beretika dan mana perbuatan yang tidak beretika, sehingga mereka tidak mudah terhasut untuk melakukan hal-hal negatif yang mempengaruhi lingkungannya.
Disini  para guru dan orang tua juga harus tegas mengambil tidakan, mereka harus lebih memperhatikan anak-anak mereka dan memberikan mereka kegiatan-kegiatan posotif sehingga anak-anak mereka tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif, dan mereka juga harus menanamkan buadaya etika sejak kecil, sehingga anak-anak mereka  terbiasa untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif dan mampu mengendalikan dirinya untuk dapat membedakan hal-hal yang baik dengan hal-hal yang buruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar