Selasa, 03 April 2012

TRANSPORT LAYER


Lapisan transpor atau transport layer adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan OSI. Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di atasnya. Layer ini bertindak sebagai penghubung antara layer bagian atas dan layer dibawahnya. karena fungsi ini, secara keseluruhan tugas dari layer ini adalah untuk menyediakan segala fungsi yang diperlukan untuk memungkinkan terjadinya komunikasi software aplikasi pada komputer yang berbeda. Layanan-layanan transport layer adalah :
§  Pembentukan sirkuit virtual, yang dilakukan dalam rangka membuat sesi koneksi antara dua node yang hendak berkomunikasi.
§  Process-Level Addressing: Pengalamatan juga dilakukan pada layer ini, dimana digunakan untuk membedakan program software pada layer layer diatasnya.
§  Multiplexing and Demultiplexing: Menggunakan pengalamatan pada process-level Addressing, protocol layer transport menerima data yang diterima dari banyak program aplikasi yang berbeda, kemudian menggabungkan ke dalam satu aliran data yang akan dikirim (proses Multiplexing). Protokol yang sama di device penerima, melakukan proses kebalikannya (Demultiplexing) memecahkan aliran data tersebut kemudian mengarahkan ke program aplikasi yang sesuai.
§  Segmentation, Packaging and Reassembly: Segmentasi pada transport layer memecahkan jumlah data yang besar menjadi blok-blok kecil (Packaging), kemudian pada device penerima akan menggabungkan mereka kembali (Reassembly).
§  Connection Establishment, Management and Termination : Protokol transport layer yang connection-oriented bertanggung jawab atas serangkaian komunikasi yang diperlukan untuk membuat sambungan, memelihara data dikirim, dan kemudian mengakhiri koneksi ketika tidak lagi diperlukan.
§  Acknowledgments and Retransmissions: Setiap pengiriman data terjadi pada transport layer akan dilakukan pencatatan waktu (timer), jika data diterima pada device penerima, si penerima akan mengirim sebuah Acknowledgments, untuk menunjukkan bahwa transmisi sukses. Jika tidak, sebelum timer expire, data tersebut akan dikirim kembali.
§  Flow Control (Mengatur alur): Protokol lapisan Transport yang menawarkan pengiriman handal juga sering mengimplementasikan fitur flow control. Fitur-fitur ini memungkinkan data perangkat dalam komunikasi untuk menentukan kecocokan antara pengirim dan penerima misalnya ketidakcocokan dalam hal kecepatan, ini akan dideteksi dan ditangani dan untuk menjamin bahwa perangkat yang mentransmisikan data tidak mengirimkan lebih banyak data daripada yang dapat ditangani oleh perangkat yang menerimanya.

Contoh dari protokol yang bekerja pada lapisan transport adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP) yang tersedia dari kumpulan protokol TCP/IP.
Lapisan transport mengontrol port sumber dan port tujuan paket, termasuk nomor urut paket yang dikirim. Oleh karenanya, menggunakan mekanisme lapisan protokol transport file yang besar dapat dikirim dalam potongan paket kecil, yang kemudian digabungkan kembali di bagian penerima. Lapisan transport juga berusaha menjamin supaya paket yang diterima sampai ditujuan dengan selamat, jika ada kesalahan / kerusakan paket di jalan, maka lapisan transport ini yang akan berusaha memperbaikinya.
Lapisan transport memberikan metoda untuk mencapai jasa tertentu di sebuah node di jaringan. Contoh protokol yang bekerja pada lapisan ini adalah TCP dan UDP. Beberapa protokol pada lapisan transport, seperti TCP, akan memastikan bahwa semua data tiba di tujuan dengan selamat, dan akan merakit, dan memberikan ke lapisan selanjutnya dalam urutan yang benar. Sementara UDP adalah sebuah protokol “connectionless” yang biasanya digunakan untuk streaming video dan streaming audio.
Pada waktu tertentu komputer mungkin menjalankan banyak software aplikasi yang berbeda (multitasking) semua berusaha untuk mengirim dan menerima data. Lapisan transport dibebankan dengan menyediakan sarana bagi aplikasi ini, sehingga semua bisa mengirim dan menerima data. Dengan demikian, lapisan transport kadang-kadang dikatakan bertanggung jawab untuk transport end-to-end atau host-to-host. Untuk mencapai sebuah komunikasi, disyaratkan lapisan transpor melakukan pekerjaan yang berbeda, namun saling terkait. Misalnya, untuk transmisi, protokol transport layer harus melacak dari aplikasi mana data berasal, kemudian menggabungkan data ini menjadi aliran data tunggal untuk dikirim ke layer lebih bawah. Sedangkan pada perangkat penerima harus membalikkan proses ini, yaitu memecahkan data dan menyalurkan ke aplikasi yang sesuai. Layer ini juga bertanggung jawan untuk menentukan pemecahan jumlah data aplikasi yang besar dibagi menjadi blok blok yang lebih kecil untuk dapat ditransmisi.
Fungsi kunci lainya dari transport layer adalah untuk menyediakan layanan koneksi bagi protokol dan aplikasi yang berjalan di layer atas. Ini dapat dikategorikan dalam dua hal yaitu : Layanan Connection-Oriented dan Layanan Connectionless-Oriented. Keduanya memiliki fungsi masing masing. Protokolnya yaitu : Transmission Control Protocol (TCP) ini menggunakan layanan Connection-Oriented sedangkan User Datagram Protocol (UDP) menggunakan Layanan Connectionless-Oriented. Untuk lebih memahami lebih jauh perbedaan antara kedua layanan tersebut, dapat kita ibaratkan pada dua hal berikut:
1.      Saat kita melakukan hubungan telepon ini bisa diibaratkan sebagai Layanan Connection-Oriented, karena sebelum komunikasi dapat terjadi, kita akan melakukan dial dengan mengirim sinyal, sampai terjadi koneksi, baru komunikasi dapat dilakukan.
2.      Mengirim SMS, bisa diibaratkan sebagai Layanan Connectionless-Oriented, kita tidak perlu melakukan pengiriman sinyal terlebih dahulu untuk memastikan koneksi terjadi atau tidak.

Tujuan dari Lapisan Transport
Lapisan transport menyediakan segmentasi data dan mengontrol kebutuhan data untuk kembali ke dalam berbagai stream komunikasi. Hal – hal pokok yang perlu diperhatikan adalah:
·         Melacak komunikasi antar sumber aplikasi dan host tujuan
·         Segmentasi data dan mengelola masing – masing data. Reassembling (pengumpulan kembali) segmen ke stream aplikasi data
·         Mengidentifikasi berbagai aplikasi yang berbeda
Melacak Setiap Komunikasi 
Setiap host dapat memiliki beberapa aplikasi yang berkomunikasi di seluruh jaringan. Setiap aplikasi tersebut akan berkomunikasi dengan satu atau lebih aplikasi pada remote host. Hal ini merupakan tugas lapisan Transport untuk mempertahankan beberapa stream komunikasi antar aplikasi tersebut.




Segmentasi Data
Setiap aplikasi membuat streaming data untuk dikirimkan ke remote aplikasi, data ini harus dipersiapkan untuk dikirim ke seluruh media pada bagian yang dapat dikendalikan. Protokol lapisan Transport mendeskripsikan segmen layanan data dari lapisan Applikasi. Hal ini meliputi encapsulasi yang diperlukan pada setiap data. Setiap data aplikasi memerlukan header data yang akan ditambahkan pada lapisan Transport untuk menunjukkan komunikasi yang terkait dengannya.
Segmen Reassembling
Pada penerimaan host, setiap data dapat diarahkan ke aplikasi yang sesuai. Selain itu, setiap data harus direkontruksi ke dalam stream data yang lengkap untuk digunakan pada lapisan aplikasi. Semua protokol pada Transport Layer menggambarkan bagaimana header informasi pada lapisan Transport digunakan untuk mengembalikan data ke stream yang dilewati pada lapisan aplikasi.
Identifikasi Aplikasi 
Dalam rangka menghasilkan stream data ke aplikasi yang tepat, lapisan transport harus mengidentifikasi aplikasi tujuan. Untuk memenuhinya, lapisan Transport memberikan aplikasi yang telah diidentifikasi. Pemanggilan Protokol TCP / IP ini diidentifikasi oleh sebuah nomor port. Setiap perangkat lunak yang akan diakses oleh jaringan diberi nomor port yang unik dalam host. Nomor port ini digunakan dalam header lapisan transportasi untuk menunjukkan aplikasi data yang saling terkait.
Lapisan Transport merupakan penghubung antara lapisan aplikasi dan lapisan dibawahnya yang bertugas pada jaringan transmisi. Lapisan ini menerima data dari berbagai komunikasi yang berbeda setelah itu diteruskan ke lapisan dibawahnya yang dapat dikelola sebagai multiplexed pada media.
Aplikasi tidak perlu mengetahui rincian operasional dari jaringan yang digunakan. Karena aplikasi menghasilkan data yang dikirim dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain, tanpa melihat jenis host tujuan, jenis media yang dilewati oleh tipe data, serta bagian yang diambil oleh data, congestion pada penghubung, atau ukuran jaringan.
Selain itu, lapisan bawahnya tidak menyadari bahwa ada beberapa aplikasi yang mengirim data pada jaringan. Fungsi dari lapisan tersebut adalah untuk mengirim data ke perangkat yang sesuai. Kemudian Lapisan Transport ini memilah bagian – bagiannya sebelum mengirim ke aplikasi yang sesuai.
Macam – macam Persyaratan Data :
Karena berbagai aplikasi memiliki persyaratan yang berbeda, terdapat beberapa protokol lapisan Transport. Untuk beberapa aplikasi, segmen harus tiba di urutan yang sangat spesifik agar berhasil diproses . Dalam beberapa kasus, semua data harus menerima protokol apapun yang akan digunakan. Dalam kasus lain, aplikasi dapat mentolerir beberapa data yang hilang selama transmisi dalam jaringan.
Pada saat pemusatan jaringan, kebutuhan aplikasi lapisan transport yang berbeda memerlukan komunikasi pada jaringan yang sama. Berbagai protokol lapisan Transport yang berbeda memiliki aturan untuk menangani berbagai persyaratan data.
Beberapa protokol hanya menyediakan fungsi dasar yang efisien untuk pengiriman data antar bagian aplikasi yang sesuai. Tipe protokol ini berguna untuk data yang sensitif terhadap penundaan.
Protokol lapisan Transport menjelaskan proses yang memberikan fitur tambahan, seperti memastikan pengiriman yang handal antar aplikasi. Pada saat fungsi tambahan menyediakan komunikasi lebih baik pada lapisan Transport antara aplikasi memiliki overhead tambahan dan membuat permintaan yang lebih besar pada jaringan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar